Surabaya – Upaya penguatan pendidikan Al-Qur’an terus dilakukan SD Muhammadiyah 21 Surabaya. Bertepatan dengan peringatan Milad ke-52, sekolah tersebut meresmikan Rumah Tahfidz sebagai sarana pembinaan hafalan Al-Qur’an dan penanaman nilai-nilai keislaman bagi peserta didik, Sabtu (31/1/2026).

Rumah Tahfidz yang diresmikan ini berlokasi di Bulaksari Gang 5 Nomor 18, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, Surabaya. Fasilitas tersebut disiapkan sebagai ruang belajar yang lebih fokus dan kondusif bagi siswa-siswi yang mengikuti program tahfidz, sekaligus menjadi bentuk kepedulian sekolah terhadap lingkungan masyarakat sekitar.

Prosesi peresmian dihadiri Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Surabaya, Drs H Hamri, MPdI, Kepala SD Muhammadiyah 21 Surabaya Priyo Sasongko, M.Pd, jajaran PCM Semampir, dewan guru, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai pihak tersebut menegaskan kuatnya kolaborasi dalam mendukung penguatan pendidikan keagamaan di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Hamri menyampaikan apresiasi atas langkah SD Muhammadiyah 21 Surabaya yang menjadikan momentum milad sebagai sarana memperkokoh pendidikan agama. Ia menilai pembelajaran Al-Qur’an sejak usia sekolah dasar menjadi kebutuhan mendasar di tengah tantangan perkembangan zaman.

“Pendidikan agama sejak dini sangatlah penting, utamanya usia Sekolah Dasar. Zaman sekarang di medsos kita sering menjumpai kemrosotan moral atau degradasi akhlaq yang sebabnya karena kurangnya pemahaman ilmu keagamaan. Oleh sebab itu, sekolah berupaya membekali anak didiknya dengan ilmu agama sejak usia dini,” ucap Hamri.

“SD Muhammadiyah 21 saya kira sudah menerapkan itu semua, terlebih sekarang rumah tahfidznya sudah berdiri, dimana itu menjadi wadah untuk membina generasi yang hafal Qur’an dan menanamkan akhlaqul karimah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala SD Muhammadiyah 21 Surabaya, Priyo Sasongko, M.Pd, menegaskan bahwa pendirian Rumah Tahfidz merupakan bagian dari kebijakan sekolah dalam menyeimbangkan pendidikan akademik dengan pembinaan keislaman secara berkelanjutan.

“Rumah tahfidz ini kami hadirkan sebagai ruang belajar Al-Qur’an yang inklusif. Kami peruntukkan bagi siswa/siswi yang mengikuti program Tahfidz di SD Muhammadiyah 21 agar bisa lebih fokus dalam menghafal dan memahami ayat-ayat suci Al-Qur’an. Semoga keberadaannya membawa keberkahan dan menjadi bagian dari penguatan karakter Islami generasi muda,” tutur Priyo Sasongko.

Rangkaian peresmian ditandai dengan pemotongan pita, penandatanganan prasasti, serta peninjauan ruang Rumah Tahfidz. Seluruh kegiatan berlangsung tertib dan penuh kekhidmatan.

Dengan diresmikannya Rumah Tahfidz tersebut, SD Muhammadiyah 21 Surabaya berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan terhadap Al-Qur’an, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai pusat pendidikan Islam yang berkemajuan.

By ahmad